Sabtu, 14 September 2019

BAYAR PAKE DOA


100 Porsi Gratis Angkringan Ngaso Mampir
LAUNCNHING MENU ANGKRINGAN ALA RESTO
Tanggal 18 - 19 September 2019 

GRATIS 100 PORSI NASI GORENG SIRAM SOPIR
BAYAR PAKAI DOA
Hanya di Angkringan Ngaso Mampir – Purwokerto

Ini Jalannya :

1. Follow sosmed kami

Twitter                        :  https://twitter.com/NgasoMampir
2.Repost, Retweet, Re-share info ini di akun sosmed kalian dan mention/tag ke @angkringansopir  dan 5 temenmu sertakan hastag #angkringansopir  #ngasomampir100porsigratis #angkringanngasomampir
3.Tunjukan postingan kepetugas kami di Angkringan Ngaso Mampir - Purwokerto
Berlaku makan ditempat
Tanggal 18 – 19  September 2019 jam 17.00 -19.00 WIB
50 porsi/hari

Tag temenmu sebanyak2nya untuk datang ke @angkringansopir

Kami tunggu di Angkringan Ngaso Mampir
Jl. Jl. KH. Nachrowi, Kedungbidang
Mersi – Purwokerto Timur.
#angkringansopir 
#ngasomampir100porsigratis
#angkringanalaresto 
#kulinerpurwokerto 
#KulinerKekinian 
#makanenakpurwokerto 
#purwokertosatria 
#visitpurwokerto 
#hitzpurwokerto 
#jajananpurwokerto 
#deliverymakanan
#unsoedpurwokerto
#umpourwokerto
#nongkrongasyik
#makangratis
#unsoed
#ump



Jumat, 06 September 2019

LOWONGAN KERJA UNTUK RESTORAN


DIBUTUHKAN SEGERA !!


Lowongan Kerja Restoran - Purwokerto Timur

Sebuah Restaurant Baru di Purwokerto Timur, membutuhkan karyawan untuk posisi :

  1.           WAITRESS
  2.        BARISTA
  3.        PLATING/FOOD CHECKER
  4.          DISHWASHER


SYARAT DAN KUALIFIKASI :
Ø  Pria/Wanita Usia minimal 18 tahun, Maksimal 35 tahun ( No. 1, 2, 3 )
Ø  Wanita Usia minimal 18 tahun, maksimal 28 tahun ( No. 1 )
Ø  Berpenampilan menarik , Sehat Jasmani dan Rohani
Ø  Minimal Pendidikan SLTA/sederajat ( No. 1, 2, 3 )
Ø  Minimal Pendidikan SLTP/sederajat ( No. 4 )
Ø  LEBIH DIUTAMAKAN yang sudah berpengalaman di bidangnya
Ø  Memiliki keterampilan komunikasi dan interpersonal yang baik
Ø  Tidak sedang bekerja di tempat lain/sedang kuliah
Ø  Belum Menikah ( Khusus Wanita )

Catatan :
ü  Mohon dibaca dengan teliti persyaratan yang ada.
ü  Pertanyaan lain akan dijelaskan pada saat interview.
ü  Hanya kandidat yang memenuhi syarat akan diproses lebih lanjut. 

Berkas Lamaran Lengkap :
Surat Lamaran Pekerjan dan  Daftar Riwayat Hidup
Pas Photo berwarna ukuran 4x6 (2 lmbar )
Lampiran Foto Copy ( KTP, IJAZAH TERAKHIR, KK, SKCK, SURAT KETERANGAN SEHAT)

Kirim ke :
RUKO RUMAH CANTIK dr. YENNY
Jl. Dr. Gumbreg no. 9
Kelurahan Mersi – Purwokerto Timur


Senin, 12 Agustus 2019

LOWONGAN KERJA UNTUK RESTAURANT - PURWOKERTO TIMUR

Lowongan Restoran
Syarat dan Kualifikasi
Sebuah Restaurant Baru di Purwokerto Timur, membutuhkan karyawan untuk posisi :
  1. KASIR
  2. WAITER
  3. WAITRESS
  4. BARTENDER
  5. STORE KEEPER
  6. COOK
  7. COOK HELPER
  8. FOOD CHECKER
  9. CLEANING SERVICE
  10. DISHWASHER
SYARAT DAN KUALIFIKASI :
  1. Minimal Pendidikan SLTA/sederajat ( No. 1 - 8 )
  2. Usia minimal 18 tahun, Maksimal 35 tahun
  3. Memahami POS System Kasir ( no. 1)
  4. Sehat Jasmani dan Rohani
  5. Tidak sedang bekerja di tempat lain
  6. Belum Menikah ( Khusus Wanita )
  7. LEBIH DIUTAMAKAN yang sudah berpengalaman di bidangnya
  8. Berpenampilan menarik dan mampu berkomunikasi dengan baik
*) Mohon dibaca dengan teliti persyaratan yang ada
*) Pertanyaan diluar persyaratan yg ada, silahkan
ditanyakan pada saat interview.
*) Hanya kandidat yang memenuhi Persyaratan, yg
akan diproses berkas Lamaran Kerjanya.


Batas Akhir penerimaan Berkas Lamaran Pekerjaan sampai tanggal 31 Agustus 2019.

Sabtu, 27 Juli 2019

Sejarah Dari Legenda Kopi Yang Terkenal Sampai Ke Penjuru Dunia

Foto: Istock
Dalam satu titik sejarah kopi pernah tidak dinikmati sebagai minuman kopi untuk manusia, padahal kopi begitu sangat penting untuk kehidupan kita. Bagi banyak sebagian dari kita mungkin tidak bisa membayangkannya mengapa demikian, namun sejarah kopi memang masih tergolong baru dibandingkan dengan sejarah dunia.

Teh dan alkohol, misalnya, telah ada selama 5.000+ tahun. Kopi, di sisi lain, hanya dinikmati dalam bentuk minuman selama kurang lebih 1.000, tetapi kami hanya dapat memverifikasi keberadaannya sejauh 500 tahun yang lalu.

Jika kita membandingkan sejarah teh dan alkohol saja, kedua minuman ini telah dinikmati lebih dari 5000 tahun lamanya. Sedangkan minuman kopi tidak lebih dari 1000 tahun dikonsumsi dunia, bahkan karena pernah terjadi gejolak pengharaman minuman ini, sebagian peneliti hanya memperkirakan hanya 500tahun.

Didalam sejarah kopi tergores kisah penjajahan, perbudakan, revolusi bahkan skandal dan menjadi satu buku besar dalam sejarah kopi. Tentunya bukan menjadi sejarah yang membosankan karena mengandung kisah yang beraneka ragam.


Sudah banyak dimaklumi begitu banyak legenda tentang kopi, namun belum dibuktikan persis dari mana asalnya. Sejarah kopi di dunia secara global tercatat dari banyak tempat.Iya ini memang bukan barang penemuan tetapi tumbuhan yang diciptakan sang Pencipta alam di banyak tempat.pixabay illustration

Kita mencoba menelusuri warisannya beberapa abad ke hutan kopi kuno di atasdataran tinggi Ethiopia. Di sana, sebuah legenda kopi yang terkenal mengatakan penggembala kambing Kaldi pertama kali mendapatkan potensi biji kopi tercinta ini.Dia sang legenda kopi yang terkenal bernama kaldi, seorang yang berasal dari Ethiopia, Kaffa rutin merawat para kambingnya. Keanehan terjadi ketika didapatkannya beberapa kambing berperilaku tidak normal seperti berlompat-lompat dan berteriak. Kaldi pun menyadari kambing-kambing yang energik itu karena telah memakan buah merah kecil.

Lantas dia mencoba sendiri sampai akhirnya merasa penuh semangat dan kuat. Dia masukkan ke kantongnya dengan beberapa buah beri dan membawanya ke istrinya. Kemudian sang istri menganjurkan kaldi untuk mengambil buah beri “Heaven Sent” ke biara (tempat ibdadah) terdekat.

Ternyata yang diharapkan lain, para ahli ibadah malah menganggapnya itu seperti sihir tipudaya iblis hingga melemparkan buah-buah kopi itu ke dalam api, para biarawan tidak menyenanginya!.

Tiba-tiba rasa kekaguman datang ketika buah-buah kopi itu terpanggang dalam api, aroma yang kompleks sangat keluar dan membuat biarawan jadi penasaran. Terhapus awal kebencian tadi dan berubah seketika, dikumpulkanlah biji-biji kopi terpanggang untuk dimasukkan ke air panas. Mereka mencoba meminum air tersebut hingga menjadi sejarah kopi dunia sampai sekarang mengikuti cara mereka.


Dan memang seperti itulah sebuah legenda, setidaknya ada hal positif yang didapat walaupun belum bisa dibuktikan kebenarannya. Hal positif paling besar dari cerita legenda ini menjadi pemersatu kopi dunia di benua manapun.

Ethiopia menjadi senter penemuan pertama kopi karena bahasa cafe atau coffee berasal dari serapan kata-kata qohwah yang artinya kekuatan. Qohwah merupakan bahasa arab, salah satu kebun kopi tertua dimiliki dataran arab adalah sekitaran Ethiopia dan Yaman.

DIMULAI DARI DATARAN YAMAN


Sumber-sumber kopi kredibel paling awal yang disebutkan sebagai minuman berasal dari ahli ibadah Sufi di Yaman pada abad ke-15. Di lain tempat dikatakan bahwa orang Arab non-Muslim sudah membuat anggur menggunakan bahan ceri kopi selama lebih dari 200 tahun.

Salah satu versi cerita dikatakan bahwa para pedagang Yaman datang ke Istanbul dan mendirikan sebuah kedai kopi yang mirip dengan apa yang telah mereka kunjungi di pelabuhan Mocha Yaman. Dari kedai kopi ini, minuman tersebut begitu pesatnya menyebar di berbagai kalangan.

Versi lain mengatakan gubernur Ottoman Yaman menemukan kopi di sebuah kedai kopi lokal dan segera mengirimnya ke Sultan, tanpa disangka beliau jatuh cinta pada tegukan pertama.

Sekali lagi, tidak satu pun dari kisah-kisah ini dapat diverifikasi sepenuhnya, tetapi ada beberapa hal yang kita ketahui dengan pasti tentang periode waktu ini.

Pada pertengahan 1550-an, kopi tersebar dengan cepat di sekitar Semenanjung Arab dan Afrika Timur Laut. Berkat upaya besar Sultan Ottoman menjadikan terkenal secara luas kopi ini akan kenikmatannya.

Kedai kopi menjadi pusat pembicaraan dan pertemuan di seluruh Mesir, Suriah, dan Ethiopia. Kopi sangat penting dalam kehidupan Ottoman, sehingga jika seorang istri tidak dapat membuat kopi yang baik (dibuat melalui Metode Kopi Turki), itu adalah alasan yang tepat bagi pria untuk menceraikannya.

Beberapa orang bereaksi terhadap minuman baru ini dengan kecurigaan atau ketakutan, menyebutnya sebagai “penemuan setan yang pahit.” Ada beberapa upaya oleh ulama Muslim untuk melarang minum kopi. Mereka takut bahwa, seperti anggur, itu akan membuat penganut agama tidak waras. Namun, nikmatnya kopi menjadikan selalu pembatalan setiap keputusan-keputusan tersebut.

Seorang gubernur Mekah bahkan menutup semua kedai kopi yang berada di bawah kekuasannya, karena mereka adalah tempat di mana oposisi politiknya akan bertemu dan menyebarkan gagasan. Setelah banyak kerusuhan, Sultan Ottoman mengeksekusinya, dan rumah kopi dipulihkan.


Pihak oposisi selalu menjadikan kedai kopi sebagai tempat bertemu mencari ide dan gagasan bersama teman politiknya. Sampai seorang gubernur mekkah memutuskan untuk menutup semua kedai kopi yang berada di wilayahnya. Kedai kopi selalu menimbulkan dan menyebarkan gagasan-gagasan baru terkadang membuat banyak kerusuhan. Setelah kerusuhan terbesar terjadi, sultan ottoman mengeksekusi pihak-pihak terkait dan membuka kembali kedai kopi.

Dengan jutaan pengunjung tiap tahunnya ke Mekah, dan dengan kopi yang begitu meresap di masyarakat, tidak butuh waktu yang lama kopi menyebar keluar arab dan afrika.

KOPI BERANAK PINAK DI EROPA


Di Inggris “universitas penny” bermunculan, disebut demikian karena dengan harga sepeser pun seseorang bisa membeli secangkir kopi dan bisa tergabung dalam diskusi yang membakar semangat. Diperkirakan kopi tiba di Eropa pertama melalui budak Turki di Malta, meskipun, sebagai sebuah pulau, itu bukan titik awal yang bagus untuk ekspansi kopi lebih lanjut. Namun, ketika kopi sampai di Republik Venesia, kopi menjadi kekuatan yang tak terhentikan.

Pada 1615, kopi adalah produk baru yang dijual oleh vendor Streetside Lemonade.

Beberapa pendeta setempat mengutuk kopi, menyebutnya “bitter invention of Satan”. Hal tersebut menimbulkan perdebatan yang meramaikan khalayak umum sampai Paus Klemens VIII pun terlibat. Ketika dia mencicipi kopi sendiri, dia dengan cepat memberikan persetujuannya dan mengklaim itu adalah hadiah dari langit.

Pada 1645, kedai kopi sudah ada di seluruh Italia. Selama 30 tahun berikutnya, kopi menjadi makanan pokok budaya di Austria, Prancis, Jerman, Inggris, dan seluruh Eropa. Pada akhir tahun 1600-an, London dikatakan telah menampung lebih dari 300 kedai kopi.

Kopi mulai mengganti minuman yang pada saat itu hanya diketahui bir(anggur). Mereka yang minum kopi tanpa alkohol merakasan tingkat kewaspadaan tinggi dan berenergi, dan tidak mengherankan, kualitas pekerjaan mereka sangat meningkat.

Pada pertengahan abad ke-17, ada lebih dari 300 rumah kopi di London, banyak di antaranya menarik perhatian pelanggan, termasuk pedagang, pengirim barang, pialang dan seniman.

Banyak bisnis tumbuh dari rumah kopi khusus ini. Lloyd’s of London, misalnya, hadir di Gedung Kopi Edward Lloyd.
Munculnya Dunia baru

Pada pertengahan 1600-an, kopi dibawa ke New Amsterdam, yang kemudian disebut New York oleh Inggris.

Meskipun kedai kopi dengan cepat mulai terlihat, teh malahan menjadi minuman favorit di Dunia Baru sampai tahun 1773, ketika kolonis memberontak melawan pajak berat teh yang diberlakukan oleh Raja George III. Pemberontakan, yang dikenal sebagai Boston Tea Party, akan selamanya mengubah preferensi minum kopi Amerika.



“Kopi – minuman favorit dunia beradab.” – Thomas Jefferson

Sejarah kopi di dunia terus menyebar, seiring permintaan minuman menjadi persaingan ketat untuk mengolah kopi di luar Arab.

Belanda akhirnya mendapatkan bibit pada paruh kedua abad ke-17. Usaha pertama mereka untuk menanam mereka di India gagal, namun sukses dengan usaha mereka di Batavia, di pulau Jawa di tempat yang sekarang menjadi Indonesia.

Tanaman tumbuh subur dan segera Belanda memiliki perdagangan kopi yang produktif dan terus berkembang. Mereka kemudian memperluas penanaman pohon kopi ke pulau Sumatra dan Sulawesi.
Datang ke Amerika

Pada 1714, Walikota Amsterdam mempresentasikan sebuah hadiah dari sebuah pabrik kopi muda kepada Raja Louis XIV dari Prancis. Raja memerintahkannya untuk ditanam di Royal Botanical Garden di Paris. Gabriel de Clieu yang saat itu seorang perwira angkatan laut muda mendapatkan bibit dari pabrik sang Raja pada tahun 1723.

Meskipun perjalanan yang penuh dengan rintangan, cuaca yang sangat ekstrim, serangan bajak laut bahkan pengkhianat kapal. Gabriel de Clieu berhasil mengangkut kopi dengan selamat ke Martinique.

Setelah ditanam, bibit tidak hanya tumbuh subur, tapi juga dibudidayakan. Dilakukan penyebaran dari 18 juta pohon kopi di pulau Martinique dalam 50 tahun ke depan. Yang lebih luar biasa adalah bahwa bibit ini adalah induk dari semua pohon kopi di seluruh Karibia, Amerika Selatan dan Tengah.

Kopi Brasil bisa dikatakan berutang keberadaannya kepada Francisco de Mello Palheta. Seorang Kaisar Mencoba memberikan kiriman ke Guyana Prancis untuk mendapatkan bibit kopi. Akan tetapi Prancis tidak mau berbagi, istri Gubernur Prancis itu terpikat oleh bentuknya yang bagus. Kemudian memberinya buket bunga besar sebelum dia pergi. Di dalam buket bunga itu ada biji kopi yang cukup untuk memulai industri miliaran dolar sekarang.

Misionaris dan pelancong, pedagang dan koloni terus membawa bibit kopi ke lahan baru, dan pohon kopi ditanam di seluruh dunia. Perkebunan didirikan di hutan tropis yang megah dan di dataran tinggi pegunungan yang kasar. Beberapa tanaman tumbuh subur, sementara yang lainnya berumur pendek. Negara-negara baru didirikan dalam sejarah kopi di dunia. Menjelang akhir abad ke-18, kopi telah menjadi salah satu tanaman ekspor yang paling menguntungkan di dunia. Setelah minyak mentah, kopi merupakan komoditas yang paling banyak dicari di dunia .

Sumber  

Jumat, 26 Juli 2019

Sejarah Angkringan dan Nasi Kucing

www.inovasee.com


Sejarah Angkringan dan Nasi Kucing bermula dari upaya menaklukkan kemiskinan. Usaha ini konon dimulai pada tahun 1950-an oleh mbah pairo karena tidak ada lahan yang subur di desanya di kecamatan Cawas, Klaten (Jateng). Awalnya para pedagang minuman dan makanan kecil ini tidak menggunakan gerobak melainkan pikulan mereka dulu disebut pedagang hik (dibaca Hek). Nama hik bermula pada tradisi malam selikuran (malam ke21) di Keraton Surakarta, pada malam tersebut kota berhiaskan lentera (ting-ting) yang antara lain dibawa para pedagang makanan para pedagang itu biasa berteriak Hiik......iyeeekk.... sampai sekarang istilah hik masih dipakai di Solo. Namun di Yogya mereka populer dengan nama angkringan atau warung kucing (Kompas, 20-06-2004).

Nama angkringan itu sendiri diambil dari bahasa jawa yaitu "ngankring" yang artinya duduk dengan posisi salah satu kaki lebih tinggi dari kaki yang lainnya. Di dalam budaya Jawa itu sendiri, cara duduk seperti ini biasanya tidak diperbolehkan karena dianggap tidak etis apalagi bila dilakukan pada saat makan selain nama angkringan, Ada juga beberapa orang yang menyebut angkringan dengan nama warung kucing atau kucingan. Kata kucingan konon muncul dikarenakan nasi yang dijual sebagai bagian dari salah satu produk yang dijual di sana mirip dengan cara kebanyakan orang memberikan makan kepada kucing. Porsi nasinya kira-kira hanya 3 kali suapan dengan pasangan lauk berupa sambel dan ikan teri seperti makanan untuk kucing.

Adapun produk-produk yang dijual di angkringan ini kalau dilihat sebenarnya bukanlah makanan yang cepat saji karena meskipun konsumen dapat langsung mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah tersaji di sana semenjak warung ini dibuka, akan tetapi makanan atau minuman tersebut tetap membutuhkan proses yang memakan waktu sebelum dijual. Sebut saja nasi lengkap dengan sambalnya, aneka gorengan seperti tempe, tahu, bakwan, pisang goreng, dan lain-lainnya, berbagai cemilan seperti kacang, krupuk, marning jagung, serta tak ketinggalan adanya sate hati ayam dan sate usus serta baceman kepala ayam dan tahu. Khusus mengenai minuman, yang menjadi kekhasan tersendiri ialah minuman atau disebut wedang jahe. Selain tentunya minuman yang lain seperti es teh, es jeruk , es jahe susu, kopi panas maupun air putih. Hidangan yang disajikan tidak sama kompletnya antara angkringan satu dengan angkringan yang lainnya. Namun yang jelas angkringan mudah dikenali karena tetap dengan ciri khasnya yaitu gerobak kayu, minum-minuman dengan harga yang relatif murah, dan tiga buah ceret di sebelah tempat makanan, serta bungkusan nasi kecil dengan harga Rp 600 yang membuat kekhasan bagi pedagang angkringan.

Pedagang Angkringan dan Mahasiswa


1.bp.blogspot.com
Dalam melakukan aktivitas kesehariannya, para pedagang tidak lupa melengkapi beberapa fasilitas untuk memberikan kesan santai dan nyaman bagi para pembelinya yakni berupa tratak atau tenda, dingklik (kursi panjang tanpa sandaran), tikar untuk lesehan dan lampu remang-remang. Kondisi demikian inilah yang memberikan kekhas-an bahwa angkringan berbeda dengan warung makan yang biasa dikenal orang. Yakni kekhas-an bahwa di angkringan pembeli dan pengunjung leluasa untuk nongkrong (duduk-duduk) sambil ngobrol membicarakan berbagai hal mulai dari masalah politik (negara), ekonomi, pendidikan, sosial budaya, sampai humor. Di angkringan ini pula sering menjadi salah satu sumber informasi terbaru dan juga menjadi tempat berkumpulnya berbagai komunitas orang mulai dari pelajar, tukang becak, pekerja kantoran, wartawan dan lain sebagainnya.

Tak ketinggalan pula Mahasiswa sebagai kelas menengah keatas yang kerapkali justru menjadi pelanggan tetapnya. Mahasiswa dan angkringan menjadi hal yang sulit untuk dipisahkan. Tidak sulit untuk menemukan mahasiswa sedang makan di angkringan atau terlibat perbincangan yang seru di sana. Batas sosial menjadi tidak berlaku lagi di tempat ini. Semua berbaur menjadi satu, saling berinteraksi satu sama lain tanpa memandang kelas sosial oleh para konsumennya. Disini mereka salin menegur, berjabat tangan, saling berbicara dan saling bercanda antar pedagang dan pembeli. Di sini pula mereka beraktivitas membentuk dunianya sendiri, sebuah dunia manusia. Sebuah dunia yang menurut Berger adalah suatu dunia yang mesti dibentuk oleh aktivitas manusia itu sendiri. Manusia bisa menempatkan diri serta merealisasikan kehidupannya. Mereka pun harus selalu mencoba memahaminya dirinya sendiri dengan cara megekspresikan diri dalam beraktivitas (Berger:7:1991).


Bukan Sekedar Nasi Kucing, Angkringan Memiliki Filosofi Mendalam Khas Jawa


Kedai makanan khas Jawa Tengah ini memang disajikan di atas gerobak. Menu-menu yang disajikan juga bisa dikatakan sederhana. Nasi yang dibungkus kertas nasi atau daun pisang disajikan bersama berbagai macam sate seperti sate usus ayam, sate telur puyuh, sate ati ampela dan berbagai minuman. 
Namun ternyata belum banyak orang yang mengetahui tentang sejarah angkringan tersebut. Ternyata angkringan memiliki makna filosofis yang mendalam. Bukan hanya sebagai penawar lapar yang murah meriah, tapi kandungan filosofi dari angkringan memang tidak biasa.
Angkringan ternyata juga memiliki filosofi yang mendalam terutama bagi masyarakat Jawa. Orang Jawa menganggap angkringan bukan hanya sebagai tempat mengisi perut dengan kisaran harga yang relatif murah. Angkringan dianggap sebagai tempat sosialisasi antar warga dan sebagai simbol egaliter antar manusia. Apalagi dengan harga makanan di tempat ini memang murah sehingga tempat ini menjadi suatu sarana berkumpulnya masyarakat antar kelas sosial.
Dengan suasana yang menyajikan kehangatan dan kesederhanaan di setiap kedai angkringan, menjadi suatu sarana bagi masyarakat untuk membaur satu dengan yang lainnya. Tidak memandang seragam dan status sosial. Bahkan seringkali penjualnya ikut terhanyut dalam obrolan para pelanggannya. Hal yang seperti inilah yang menjadikan pelanggan tiap-tiap kedai angkringan punya alasan kembali. Kembali pada kodrat manusia yang memiliki derajat yang sama.

Angkringan sudah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kesederhanaan dan kehangatannya tidak bisa digantikan dengan kedai makanan jenis lainnya. Angkringan inilah yang selalu membawa karakteristik Indonesia. Makan bersama dengan berbaur dengan masyarakat.


Monggo Ngaso dan Mampir di Angkringan SOPIR



Dikutip dari berbagai Sumber Referensi